| Press Release PWEP Hiroshima |
|
|
|
|
MEMOTIVASI PEMAGANG DI JEPANG MENJADI PENGUSAHA
Working Group for Technology Transfer (http://wgtt.org/) bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI Hiroshima) mengadakan pelatihan wirausaha dan edukasi perbankan (PWEP) yang ke 14 (2009-2009) pada tanggal 28 Juni 2009. Kali ini PWEP dilaksanakan di Hiroshima dengan disponsori oleh KJRI Osaka, BI Tokyo, IMM Jepang dan BNI Tokyo. PWEP kali ini dihadiri oleh 40 orang pemagang yang bersemangat untuk mendapatkan informasi tentang edukasi perbankan dan pengelolaan usaha mikro, kecil dan menengah. Kepala BNI Tokya, Muhamad Ishak menekankan lagi tentang pentingnya program pendampingan dari organisasi yang sudah memiliki standar nasional seperti Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) melalui pelatihan untuk membuka bengkel AHASS/ASPIRA. Setelah lulus dari training yang diadakan oleh YDBA, para trainee bisa membuka bengkel sepeda motor dengan modal awal 75 juta rupiah. Selain YDBA, Ekonom BI Tokyo, Arief Hartawan juga menyuarakan untuk mengikuti pelatihan dari Yayasan Dompet Dhuafa dan stakeholder lainnya jika ingin membuka usaha selain usaha bengkel sepeda motor, didukung dengan pemutaran video. Peserta PWEP sangat antusias terlibat diskusi. Kepala perwakilan BNI Tokyo, Firman Wibowo juga menekankan bahwa edukasi perbankan sangat dibutuhkan oleh calon pengusaha mikro, kecil dan menengah untuk memulai dan mengembangkan usahanya. BNI memberikan dukungannya untuk mendampingi para pemagang agar dapat berkembang di usaha mikro, kecil dan menengah. Para peserta pelatihan semakin antusias ketika mendengarkan success story dari Arif Kurniawan yang memulai karirnya di Jepang sebagai seorang kenshusei (pemagang), yang kemudian berhasil mengubah pola pikirnya untuk memulai perjalanan baru sebagai seorang mahasiswa S1 di Jepang. Beliau kemudian mulai merintis usahanya, dan bisa dikatakan sebuah keberhasilan yang nyata untuk dibagi dan ditiru oleh para pemagang. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi salah satu motivasi bagi para pemagang untuk menuju perubahan yang lebih baik. Dodik Kurniawan, GM WGTT juga menegaskan bahwa untuk memulai suatu usaha jangka panjang diperlukan ide-ide, modal dan pelaksanaan dengan rencana yang matang. Tidak hanya meniru pangsa pasar yang lagi boom di Indonesia. Diperlukan ide-ide baru yang kreatif untuk menjadikan usaha mikro dan kecil ini untuk dapat berkembang dan bertahan. Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan para pemagang di Jepangtidak puas dengan status dan kondisinya sekarang, tetapi berani melangkah dan mempersiapkan diri untuk menjadi wirausahawan baru yang tidak bergantung pada lapangan kerja yang ada di luar negeri, melainkan menciptakan lapangan-lapangan kerja baru di negeri sendiri.
|
|||
| Last Updated on Thursday, 02 July 2009 21:12 |
















